7 Pantangan Saat Mendaki Gunung
7 Pantangan Saat Mendaki Gunung

Pantangan Saat Mendaki Gunung – Mendaki Gunung itu banyak manfaatnya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kalau aktivitas pendakian gunung bisa mendatangkan manfaat kesehatan.

Kendati mendaki gunung mempunyai banyak manfaat. Tapi mendaki gunung tidak sembarangan lho. Pendaki tidak boleh asal-asalan dalam mendaki. Ada pantangan – pantangan tertentu, yang tak boleh dilakukan pendaki. Pantangan – pantangan ini tak boleh dilanggar, demi keselamatan para pendaki sendiri.

Pantangan Saat Mendaki Gunung

Lalu apa sih pantangan – pantangan yang tak boleh dilakukan saat mendaki itu ? Berikut beberapa pantangan – pantangan yang tak boleh dilakukan selama proses pendakian berlangsung.

1. Mendaki Tanpa Izin Pada Juru Kunci

pantangan saat mendaki gunung

Setiap gunung yang ada di Indonesia khususnya. Gunung – gunung itu dijaga oleh kuncen, alias juru kunci gunung. Untuk mendaki salah satu gunung di Indonesia, kalian harus izin terlebih dahulu, meminta doa restu pada juru kunci gunung tersebut.

Izin ini mutlak hukumnya, agar proses pendakian bisa berjalan dengan lancar. Kelancaran proses pendakian bahkan ditentukan dari cara izinnya seperti apa. Kalau cara izinnya sopan, tentu saja proses pendakian gunung akan berjalan dengan lancar.

Sudah banyak lho, ada pendaki yang tersesat di hutan, atau menjadi korban dari keganasan binatang buas karena sebelum mendaki ternyata tidak izin dulu dengan kuncennya. Makannya itu izin mendaki ini begitu penting.

Ibarat meminta doa restu kepada orang tua. Keberhasilan dalam mendaki gunung ditentukan dari perizinan ke kuncennya terlebih dahulu. Makannya jangan lupa buat izin dulu ke juru kunci gunungnya ya, kalau kalian akan mendaki gunung. Biar kegiatan pendakianmu bisa aman dan berhasil tentunya.

 

Baca Juga : Mudah, 5 Cara packing carrier yang baik dan benar

 

2. Menebang Pohon

pantangan saat mendaki gunung

Jangan sembarangan kalau mendaki gunung. Bukan berarti karena tidak orang di lebatnya pegunungan kalian bebas menebang berbagai pohon yang tumbuh subur di tempat itu. Kalian sebisa mungkin menghindari, kegiatan penebangan pohon walaupun kamu sangat membutuhkan kayu dari pepohonan itu untuk membuat api unggun.

Penebangan pohon di hutan dilarang karena bisa merusak vegetasi lereng gunung. Jika vegetasi ini rusak dan penebangan pohon dilakukan secara terus menerus. Efek lanjutan akan potensi longsor di atas lereng begitu besar. Daerah pegunungan yang rawan longsor seperti kita tahu, kerap disebabkan karena gundulnya vegetasi di lereng gunung oleh akibat penebangan liar.

Jadi ketika kamu sedang butuh kayu untuk membuat api unggun. Material kayu yang digunakan untuk membuat api unggun diambil dari ranting yang berguguran saja ya. Jangan mengambil kayu dari aktivitas penebangan. Nanti jadi rusak ekosistemnya.

 

3. Dilarang Buah Sampah Sembarangan

pantangan saat mendaki gunung

Wuuu…Ngaku – ngaku aja anak pendaki gunung sejati. Tapi kelakuannya, tak ubahnya seperti anak liar, yang tak mempunyai tata aturan sama sekali. Misalnya dengan membuang sampah sembarangan di lereng gunung.

Membuang sampah di lereng gunung merupakan pantangan yang sungguh harus ditaati. Sebab jika kalian membuang sampah di lereng gunung, akan mencemari ekosistem yang sudah tertata dengan baik di gunung. Sampah – sampah yang dibuang di gunung besar sekali kemungkinan akan mencemari lingkungan perairan di sana. Sudah banyak kasus terjadi, air pegunungan sudah tak jernih lagi, sebab ulah para pendaki suka membuang sampah pendakian di lereng gunung.

Jadi tolong ya, kalian harus taati betul. Larangan untuk membuang sampah di lereng gunung. Kasian penduduk gunung, mereka sangat bergantung pada air pegunungan untuk tetap bertahan hidup.

 

Baca Juga : Open Trip Baduy Termurah 2018 

 

4. Dilarang Membuat Api Unggun di Tempat yang Kering dan Mudah Terbakar

pantangan saat mendaki gunung

Api unggun memang hal wajib, yang harus dinyalakan saat malam hari. Api unggun tidak hanya sekedar untuk menghangatkan badan saja, tapi sekaligus menjadi mekanisme pertahanan, agar binatang buas yang ada di lereng gunung tidak mendekati para pendaki.

Kendatipun membuat api unggun itu wajib. Tapi kalian gak boleh sembarangan lho, dalam membuat api unggun di lereng gunung. Sebisa mungkin hindarilah membuat api unggun di tempat yang mudah terbakar.

Sebab sangat berpotensi sekali, api unggun yang berukuran kecil itu merembet. Membakar seluruh pepohonan di area lereng gunung itu yang mudah terbakar. Untuk membuat api unggun, pilihlah daerah yang lapang. Daerah yang memang bebas dari segala material – material yang mudah terbakar. Dengan begitu, api unggun yang kalian nyalakan akan tetap dalam keadaan aman – aman saja.

 

5. Dilarang Melakukan Pendakian Gunung Pada Malam Hari

Sangat tidak disarankan sekali. Kalian mendaki lereng gunung pada malam haris. Lha kenapa ? Sebab pada malam hari, aneka satwa yang ada di gunung biasannya banyak yang keluar mencari makan, ada banyak binatang – binatang buas yang beraktivitas pada malam hari.

Memaksakan diri untuk mendaki gunung pada malam hari sangat berisiko, kalian bertemu dengan binatang – binatang buas itu. Baik harimau, serigala, maupaun ular berbisa.

 

Baca Juga : 5 Cara mengatasi hipotermia saat mendaki gunung

 

6. Dilarang Meminum Air Sungai di Lereng Secara Langsung

pantangan saat mendaki gunung

Sangat dilarang, kalian meminum air sungai secara langsung. Kendati air sungai di pegunungan kelihatannya jernih dan bening. Air sungai yang ada di gunung biasannya bersifat karsiogenik. Ada zat – zat tertentu dalam air sungai yang jika dikonsumsi berpotensi membuat usus menjadi radang.

Apalagi pada beberapa lereng gunung tertentu. Aliran sungai yang berada di lereng gunung kadang terdapat za timbal yang cukup berat. Tak jarang lho, ada aliran sungai yang banyak mengandung belerang. Sungai yang banyak mengandung belerang ini tentu saja tidak baik. Jika dikonsumsi secara langsung.

Jika kalian terpaksa mengambil air sungai sebagai air minum. Rebuslah terlebih dahulu, air sungai itu seperti sedang merebus air biasannya. Air minum baru bisa matang, jika direbus dalam suhu sebesar 100 derajat celcius. Baru setelahnya kalian sudah bisa menikmati rebusan air sungai itu.

 

7. Dilarang Membunuh Hewan Langka dan Dilindungi

pantangan saat mendaki gunung

Tahan dirimu, supaya tidak membunuh hewan langka dan hewan yang dilindungi. Di lereng gunung biasanya terdapat hewan – hewan itu. Hewan – hewan yang langka dan sekaligus juga dilindungi.

Salah satu hewan langka yang tak boleh dibunuh yaitu Macan Tutul jawa, elang jawa, landak, tarsius, cendrawasih, dan beberapa hewan langka lainnya. Kecuali pada macan, jika ia menyerangmu secara tiba – tiba dan kamu tak bisa lari dari binatang tersebut, kamu bisa melumpuhkannya dengan senjata tajam yang kamu bawa.

Tapi di luar itu, Membunuh hewan langka sangat dilarang. Membunuh hewan langka akan dikenakan pidana, bagi siapa saja yang melakukannya.

Jadi jika konsumsimu berkurang. Lalu butuh makanan tambahan dari aktivitas berburu. Sebaiknya hewan yang diburu hewan – hewan yang tak dilindungi saja ya. Misalnya saja rusa, babi, ayam hutan, burung deruk, dan beberapa satwa – satwa lain, yang banyak ditemui pada lereng gunung.

Gimana ? Sekarang kalian sudah tahukan ? Dengan berbagai larangan saat mendaki yang tak boleh dilakukan. Larangan – larangan tersebut harus kalian patuhi betul. Larangan – larangan yang kamu jalani dengan taat, pada akhirnya akan membawa keuntungan dan keselamatan buat para pendaki kok.

Razos

Inspirasi terbesar adalah mendaki gunung

Leave a Reply

Close Menu