5 Filosofi Mendaki Gunung yang Akan Mengubah Tujuan Mendakimu
5 Filosofi Mendaki Gunung yang Akan Mengubah Tujuan Mendakimu

Kegiatan mendaki gunung tidak hanya menyehatkan dan menjadi sarana rekreasi saja. Di luar itu, pendakian gunung ini ternyata terdapat beberapa filosofi di dalamnya.

Filosofi-filosofi yang ada pada saat pendakian gunung ini yang membuat memunculkan banyak sekali organisasi dan berbagai perkumpulan pendakian. Konon setiap organisasi pendakian dan komunitas pendakian masing-masing mempunyai filosofi yang berbeda-beda. Lalu apa saja sih kiranya ? Filosopi mendaki gunung ? Berikut kami paparkan beberapa filosopi mendaki gunung.

 

1. Ungkapan Rasa Syukur Kepada Tuhan yang Maha Kuasa

filosofi mendaki gunung
Via : Republika

 

Kegiatan pendakian sering sekali dilakukan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Semesta Alam. Kegiatan pendakian sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa menjadi filosopi purba yang muncul pertama kali dalam kegiatan pendakian.

Di wilayah Timur Tengah misalnya, situs-situs ritus keagamaan banyak ditemui di daerah pegunungan. Demikian juga dengan wilayah Asia Timur. Pada puncak Pegunungan Himalaya sering kita temukan berbagai candi dan tempat peribadatan yang dibangun di atas pegunungan. Banyak catatan-catatan sejarah memaparkan, pembangunan berbagai ritus kegamaan dunia oleh peradaban manusia diawali dengan kegiatan pendakian.

Di tempat lain, misalnya di daerah Nusantara juga sering kita temukan banyak sekali berbagai candi yang terletak pada dataran tinggi. Sebagai contoh pada Candi Mendut di Daerah Dieng. Pembangunan Candi Mendut ketika itu diawali dari proses pendakian terlebih dahulu. Proses pendakian dilakukan oleh para warga Dieng, di bawah kebijakan Mataram Kuno. Di daerah lain, misalnya seperti di Magelang, juga tak jauh berbeda.

Kota Magelang banyak sekali kita temukan candi-candi terletak di atas pegunungan. Jika kalian pernah melihat Candi Prambanan dan Candi Borobudor, kalian pasti melihat hijaunya pegunungan sekitar, saat mengunjungi candi ini kan.

 

2. Sebagai Bentuk Kecintaan Terhadap Nasionalisme

filosofi mendaki gunung

Kegiatan pendakian gunung kerap kali mempunyai makna akan kecintaan terhadap tanah air. Sebab itulah kita sering mendapati ada banyak sekali para pendaki yang membawa bendera Merah Putih saat mendaki gunung.

Di luar negeri, juga tidak jauh berbeda. Kegiatan pendakian gunung kerap kali dikaitkan dengan nasionalisme. Para pendaki luar negeri juga biasannya membawa bendera kenegaraanya masing-masing. Bendera itu kemudian dikibarkan, saat berada di puncak gunung.

Situasi penggunaan bendera, sebagai semiotika telah mencapai puncak berada dalam semua situasi. Pada hari biasa, pembawaan bendera merah putih dalam banyak kegiatan pendakian menjadi perbekalan yang wajib. Di sinilah kemudian titik temunya, bahwa kegiatan pendakian berkaitan dengan rasa nasionalisme.

 

Baca Juga : Menggapai Sunrise…!!! di Gunung Prau Dan Wisata Dieng

 

Sebab itulah banyak para pendaki biasannya mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi. Bahkan tokoh-tokoh kemerdekaan, semacam Soekarno, Che Guevara, dan Tan Malaka adalah salah satu kaum nasionalis yang hobi mendaki.

 

3. Sebagai Wujud Kecintaan Terhadap Alam

filosofi mendaki gunung

Kegiatan pendakian ada kaitannya terhadap rasa kecintaan terhadap alam yang membuncah. Wujud kecintaan alam ini bisa kita lihat dari banyak kegiatan pendakian gunung yang selalu melibatkan kegiatan bersih-bersih gunung menjadi bagian yang tak dapat terpisahkan dalam kegiatan pendakian.

Uniknya, ada beberapa organisasi-organisasi pendakian yang memberlakukan aturan ketat terkait pendakian. Salah satu aturan ketat itu, peserta pendakian tidak diperkenankan sama sekali membuang sampah sembarangan di gunung. Biasannya, para anggota yang tidak bisa menaati aturan, akan didenda atau diberikan punismen.

Banyak anggota-anggota berbagai komunitas pendakian yang mengadakan kegiatan operasi pembersihan pada bulan-bulan tertentu. Salah satu operasi pembersihan lingkungan gunung yang sering dilakukan yaitu pada bulan September hingga Oktober. Kenapa sih kegiatan pendakian gunung ini dilakukan pada bulan-bulan tersebut ? Sebab pada bulan-bulan ini, produksi sampah pegunungan biasannya akan meningkat sangat tajam. Sebab itulah, kegiatan bersih-bersih gunung dilakukan.

Para pendaki yang menggelar operasi bersih-bersih pegunungan biasannya cukup sederhana. Operasi digelar dengan pembekalan peralatan-peralatan sederhana. Tidak seperti pada kegiatan pendakian pada umumnya. Salah satu yang khas dari kegiatan operasi ini yaitu dibawanya peralatan pendakian dalam bentuk bodybag raksasa.

Beberapa daerah pendakian yang sering mengadakan operasi bersih pegunungan salah satunya pada Gunung Salak, Gunung Merapi, Gunung Slamet, Gunung Rinjani, Gunung Merbabu, hingga Gunung Sindoro sering dilakukan.

Banyaknya sampah yang terangkut dalam operasi pembersihan gunung itupun terbilang sangat banyak. Biasannya, lebih dari 2 ton sampah terangkut dalam operasi pembersihan sampah tersebut.

 

Baca Juga : Mendaki Gunung Gede Via Gunung Putri Lebih Dekat Tapi Menantang Adrenaline

 

Tapi sayangnya tidak semua area pendakian di Indonesia mengadakan operasi pembersihan gunung selama satu tahun. Sehingga produksi sampah di beberapa daerah gunung tertentu cukup banyak menumpuk. Tapi beruntungnya, beberapa serikat pendakian gunung yang di Indonesia seperti Fatkapala dan Mapala sudah mulai memasukan filosofi pendakian sebagai bagian dari wujud cinta alam dan upaya merawat lingkungan.

Sehingga para pendaki pada dua organisasi itu cenderung peduli soal lingkungan. Banyak para pendaki dari organisasi itu yang membawa tempat sampah sendiri saat mendaki.

 

4. Makna Memperdalam Keilmuwan

filosofi mendaki gunung

Filosofi pendakian, kadang diartikan sebagai bagian dari memperdalam keilmuwan. Sebab para pendaki gunung tidak hanya berasal dari latar belakang pendaki profesional saja. Tapi banyak juga pendaki dari latar belakang lain yang bukan pendaki profesional. Beberapa geolog misalnya, biasannya melakukan pendakian gunung bukan bertujuan untuk mencapai puncak.

Para geolog melakukan pendakian untuk meneiliti, lapisan batuan apa saja yang terdapat di daerah pegunungan. Penelitian tentang lapisan bebetuan pegunungan ini sebagai bagian dari studi tentang kegempaan.

Begitu juga dengan para pendaki lain, yang bukan dari pendaki profesional misalnya pada para bootanis. Para pendaki bootanis mendaki pada saat mendaki gunung tidak melakukan pendakian sampai puncak gunung. Para pendaki itu meneliti berbagai tumbuhan yang ada di pegunungan.

Penelitian tentang berbagai fauna di pegunungan tadi meliputi fauna yang kira-kira bisa dimakan atau tidak. Para botani juga kadang membuat klasifikasi beberapa tumbuhan yang berhasil diteliti. Apakah tumbuhan tersebut sudah langka keberadaanya atau tidak.

Jadi, pendakian gunung juga ternyata mempunyai makna filosofi untuk memperkuat keilmuwan. Dengan melakukan pendakian gunung, kita bisa lebih banyak mengetahui berbagai satwa dan fauna yang belum pernah pertama kali kita temukan di lingkungan lain.

Beberapa organisasi-organisasi pendakian kini sudah mulai mewajibkan para anggotannya untuk mengamati diversitas alam lingkungan pegunungan. Organisasi-organisasi macam Fatkapala, yang notabene adalah organisasi pecinta alam berbasis akademis perlahan mulai memasukan filosofi keilmuwan pada organisasinya.

Sebab itulah banyak para pendaki kini dituntut untuk mengenali berbagai kenekaragaman hayati di daerah pegunungan.

 

5. Filosofi Maskulinitas

cara bertahan hidup di gunung

Bagi para pendaki laki-laki. Mendaki gunung mempunyai filosofi maskulinitas dan keberanian. Orang dianggap jantan, jika sudah pernah mendaki gunung sebelumnya.

Makna filosofis mendaki gunung, yang identik dengan kejantanan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para produsen rokok. Misalnya pada produsen rokok Djarum. Rokok ini kerap kali membuat iklan-iklan maskulinitas dengan menampilkan bintang dan para pelaku pendakian sedang menaiki gunung. Sementara bagi para pendaki perempuan, mendaki gunung menjadi simbol-simbol fenimitas, bahwa perempuan yang selama ini dianggap lemah ternyata bisa mendaki gunung.

Razos

Inspirasi terbesar adalah mendaki gunung

Leave a Reply

Close Menu